Tantangan hidup di umur 22 tahun

Kapan lulus? ketika udah lulus, orang-orang pada nanya kerja di mana? pas udah dapat kerja nih, ditanya lagi kapan nikah?

Tapi pernah gak sih ditanya, kuliah berapa tahun? biasanya kuliah sarjana itu empat tahun kan. Banyak juga yang menyelesaikan kuliah sarjana sampai hampir di-DO, aku dan mungkin senior-seniorku. Konon seniorku angkatan 90an menyelesaikan kuliahnya selama sepuluh tahun! gila bener. Mereka terlalu mencintai kampus hingga mau berlama-lama di sana.

Rata-rata mereka lulus di umur 22 tahun jika menyelesaikan kuliah selama empat tahun. Di umur 22 tahun juga kita mulai memasuki fase hidup yang baru. Fase hidup yang penuh tantangan sebenarnya. Melansir dari Popbela, inilah beberapa tantangan yang kita hadapi ketika memasuki fase hidup begitu lulus kuliah, ketika berumur 22 tahun.

  1. Mencari pekerjaan. Mencari pekerjaan itu tantangan! membuat CV Curriculum Vitae dan surat lamaran itu gak dipelajari ketika kuliah, kecuali kamu mengambil jurusan Bahasa Indonesia. Belum lagi kamu harus membuat surat lamaran dalam bahasa Inggris, duh!
  2. Jenuh. Kejenuhan ini sering dialami mereka yang telah bekerja sejak umur 18 tahun, sejak mereka lulus SMA. Pekerjaannya itu ke itu aja, jabatan gak naik-naik yah. Kan belum menyandang titel diploma atau sarjana ceritanya. Jadi kalo mau naik jabatan, setidaknya kita punya titel dulu di belakang nama. Kalo aku sih pengacara dulunya. Pengangguran banyak acara.
  3. Bingung memilih karir atau pasangan. Terutama perempuan nih. Kamu udah punya karir yang bagus di kantor eh tiba-tiba mau dipinang dan kemungkinan besar kamu ikut suami tinggal di luar kota. Bahkan ada kisah di mana dua sejoli harus berpisah karena karir. Emang gak jodoh kali ya…
  4. Harus bersikap dewasa. Gak boleh mewek kalo diputusin, diselingkuhin. Kamu juga kudu bisa menghadapi tekanan kerjaan di kantor. Belum lagi menghadapi rekan kerja yang suka bikin rusuh. Siapa sih yang suka permusuhan? siapa sih yang suka dengan kerjaan menumpuk? tapi masa’ gara-gara itu kamu memilih resign? lari dari masalah.
  5. Membantu orang tua. Meskipun orangtua gak meminta, tapi alangkah senangnya hati mereka ketika kesuksesan kamu turut dirasakan oleh mereka. Gak akan terbalas kasih sayang mereka dengan uang, tapi di usia 20an ini setidaknya kamu bisa meringankan beban orangtua. Cara yang paling gampang meringankan beban orangtua misalnya dengan mengurangi curhat dan tangisan kepada mereka.
  6. Kepikiran tentang masa depan. Di umur 22 tahun kita memasuki fase kehidupan yang baru. Kebanyakan orang bingung dan bertanya-tanya tentang masa depannya. Mau jadi apa? mau menikah dengan siapa? terutama bagi mereka yang karirnya mandeg dan jomblo.
  7. Pusing memikirkan apa yang telah dihasilkan selama hidup. Mulai dari agama, keuangan, hingga masalah sosial. Kamu akan menghadapi semua tantangan itu di umur 22 tahun. Orang-orang akan bertanya, apa kontribusi kamu kepada masyarakat? bagaimana prilaku kamu di tengah-tengah masyarakat? apakah kamu memilih menjadi orang baik atau jahat? bagaimana dengan pemahaman kamu soal syariat dan fiqih?

Dan mungkin masih banyak lagi.

Satu hal yang pasti, agama adalah kunci kemaslahatan. Kalau kamu beragama, beriman, semua tantangan dan pertanyaan dalam hidup bisa dijawab dan ditemukan solusinya.

Referensi: artikel Popbela.com dengan judul “7 alasan kenapa usia 22 adalah usia dengan tantangan hidup terberat”.

Enjoy me time: dapat balon dari SPG dan pesan Java Chip

Panas gila pokoknya sampai kangen berat sama hujan. Iced americano bakal meredakan kegerahan tapi Java Chip tampak menggiurkan. Jadi kita pesan itu sekalian brownies kopi, hmmm lecker lecker…

Pas jalan-jalan melihat pameran,kami disamperin oleh SPG dan cosplayer yang membawa banyak balon. Lantas mereka memberi dia satu balon berwarna biru, thank you yah kakak. Nongkrong di sini gak begitu nyaman karena asli nih cuaca gak bersahabat. Mereka tadi dah makan ikan bakar dan perut kenyang membuat kita ngantuk. Mereka ingin segera sampai di rumah. Tersisa satu brownie, lalu aku pun meminta paper bag kepada pelayan. Nih brownie masih utuh sebab porsinya juga besar.

Panas-panas begini paling enak ngendon di rumah ya kan?

Kata-kata motivasi 02

Motivasi diri hari ini agar kita terbiasa berpikir positif, bisa digunakan sebagai motivasi karir, motivasi bisnis bagi entrepreneur, motivasi kehidupan, atau motivasi belajar. Semoga bermanfaat yah… dan jangan lupa sampaikan komentar kamu di sini. Jika ini bermanfaat bagi kerabat kamu, silahkan berbagi okay…

Bulan perdana si Mochi dan masak Mie ayam

Semakin dibaca semakin pusing. Otak ini seperti kerja rodi mencari-cari data yang terkubur bertahun-tahun. Kadang aku merasa kasihan juga dengan otak ini. Tapi gimana yah… Kalo gak dilatih berpikir, maka aku bakal pikun sebelum waktunya. Kebanyakan mikir malah bikin botak. Hadeuuuhhh…

Seharian ini asli gerah banget, cuaca panas tak berangin. Pendingin ruangan pun kerja rodi. Kucing-kucing di rumah ini juga gak kalah sibuk donk… Ini musim kawin, si jantan meraung menunjukkan eksistensi sementara si betina melongo, mencari-cari siapa pemilik suara gagah itu.

Kucing betina kami bernama Mochi. Bulan ini adalah bulan perdana baginya. Tapi sayang, dia gak bisa memilih mana jantan yang ganteng keren, mana yang berkurap. Too bad… Padahal kami berharap anak kucing imut lucu hadir meramaikan suasana.

Tetanggaku ada yang jago bikin mie ayam, asli enak. Kelihatannya dia sibuk banget sampe gak jual mie ayam lagi padahal mie ayam dia cocok di lidah dan homemade. Di kulkas superindo ternyata ada mie ayam dan pangsit, surprise banget. Keinginan menyantap mie ayam tak tertahankan, sementara aku gak pandai sama sekali memasak mie ayam. Warung mie ayam, tetanggaku yang jago masak mie ayam, kalian semua TOP saluuuttt. Akhirnya aku beli deh ini bahan-bahan menu mie ayam daripada kebawa mimpi.

Masak mie ayam gimana sih?

I dunno… I just do it. Campur aduk semua bahan lalu disantap sambil nonton variety show lawas Shinhwa Broadcast. I love them a llllllottt. Mie ayam acak kadut bikinanku yeaaaahhh, rasanya? out of my imagination hahah.

Too many information, got hectic.

Got to sleep earlier coz tomorrow never dies. Need to wash… Need to hydrate. Please wait a little longer, Miko.

Awal mula terjun ke penata rias

Awal mula terjun ke dunia penata rias itu dimulai tahun 2015, ketika anakku yang ke dua berumur setahun. Aku pikir, ini adalah profesi yang memang sejalan dengan hobi aku yaitu menggambar. Lagian anak dah dua, jadi aku kudu cari kegiatan yang gak menyita waktu kebersamaan dengan keluarga. So aku pilih kursus tata rias di kampung aku… kampung aku tuh di kota Medan hehehehe…

Aku kursus di sana selama tiga bulan, khusus untuk pengantin. Waktu itu set kosmetik yang dianjurkan tetap PAC yah, aku pun melengkapi set kosmetik untuk rias pengantin secukupnya. Gak perlu lengkap kap kap, yang penting untuk dasar-dasar rias pengantin dah mumpuni kosmetiknya, seperti gambar di atas. Aku beli beautycase biar bawanya enak, eh gak taunya berat. Aku beli kuas di pasar tradisional, murah, eh gak tau canggih. Sampe sekarang aku masih pake set kuas itu, kayak keramat gitu bagi aku.

Dikit-dikit lama kelamaan jadi bukit, awalnya cuma punya set kosmetik PAC seadanya, sekarang dah punya sampai ke Artistry, MAC dan Urban decay. Namun kuas, tetep pake yang dulu, yang belinya di pasar tradisional. Canggih punya itu… ahahhaa…

Gak ada kata terlambat. Sampe tua renta juga kita masih perlu belajar. Dah ahli sekalipun masih perlu belajar. Gak ada kata berhenti kalo orang yang lapar ilmu. Cuma kita pilih ilmu yang bermanfaat buat dunia dan akhirat, kerjaan yang halal, makanan pun yang halal. insyaAllah hidup kita pun dilindungi Allah SWT.

Yah sama-sama belajar… sama-sama mengingatkan ya kan…