Jurnal harian: Oktober 03

Halo Senin, hari yang paling dinantikan.
Semua bermula pada hari Senin, banyak harapan pada hari Senin.
Tukang bangunan hadir dua orang. Seorang lagi pulang kampung untuk mengurus KTP. Semoga lekas beres yah, sementara kelurahanku payah. KTP aja gak beres-beres dari jaman kapan. Kalo mikirin kelurahan, bisa rusak hari Senin yang cerah ini.
Aku ingin melanjutkan proyek gaun, tolong ingatkan jika aku lupa. Gaun itu harus selesai dalam waktu satu bulan termasuk memasang payet dan bordir.

Artistry adalah favoritku. Pagi ini aku menggunakan Artistry ideal radiance untuk merawat kulit, melindungi kulit dari paparan polusi penyebab oksidasi. Aku bekali nih kulit wajah dengan vitamin C sebab manfaatnya sebagai anti-oksidan. Bayangkan sebuah besi yang berkarat akibat oksidasi, begitu juga kulit wajah.

Sarapan Bodykey dan Oatmeal dilengkapi suplemen Nutrilite Double-X dan vitamin C. Lumayan bikin tubuh ini siap menghadapi tantangan di hari Senin. Di umur 30an ini kita perlu asupan suplemen dari luar apalagi vitamin C. Semakin bertambah umur, semakin berkurang pula kinerja metabolisme tubuh. Itu harus dijaga agar aku bisa melakukan tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga. Ibu-ibu ini kan bangun paling pagi, tidur paling larut. Ya kan? rasanya gak cukup 24 jam. Seperti gak ada “me time”.

Aku harus mengambil barang pesanan di kantor moorlife. Setelah sekian tahun, akhirnya ada juga temanku yang sama menyukai produk moorlife hahah. Suka itu gak bisa dipaksakan. Kalo suka ambil, kalo gak suka tinggalkan. Aku sempat memasuki sebuah komunitas. Awalnya kusuka, tapi lama kelamaan ku tak suka. Kutinggalkan dia…

Suka itu berasal dari hati. Ini kalo mo ngomong filosofi yah. Jika semua berasal dari hati, maka hati kita ini perlu dipertanyakan kebenarannya bukan? tau hati kan? jiwa. Kita sering menyebut hati karena menyingkat kata “hati nurani”. Pikiran itu dari otak. Namun hati nurani itu dari jiwa. Ketika memutuskan apakah kita suka atau tidak, logika pun digunakan. Sampai sejauh mana otak kita mampu berlogika? maka ditolong oleh jiwa, hati nurani. Pada binatang, ada namanya naluri. Kira-kira begitu. Binatang punya naluri, kita manusia punya naluri, nurani, dan pikiran. Hebat betul manusia ini. Ampun ya Allah.

Berlogika sudah, bernaluri sudah, bernurani pun sudah. Namun ada masa depan yang gak bisa diterawang, akhirnya pergi ke dukun eaaa. Jangan yah, musyrik ituh. Ingat ada Allah Maha Tahu, Maha Pemberi.

Mau cantik pun ke dukun eaaa. Jangan lah, musyrik ituh. Ada Artistry gitu loh eaaa.