Proyek tata rias: makeup wisuda flawless romantic 02

Ini hasil makeup wisuda hari ke dua.

Jam empat pagi kudu bangun demi melayani keluarga. Aku memasak nasi goreng pake telur dadar untuk abi dan cupcake sementara sunshine masih harus makan bubur semingguan ini. Masak bubur memerlukan waktu sekitar satu jam, kupikir bangun jam empat bakal cukup untuk menyajikan semua menu sarapan di meja. Buat makan siang dan malam, ntar aja…mungkin setelah balik dari merias.

Hari ini busananya merah dan kuning. Merah menyala… Seperti cabe segar baru dipetik dari pegunungan huiiihhhh… Tapi cuaca panas begini dan suasana balairung yang begitu terbuka bakal gak nyaman banget di wajah. Badan juga bakal gerah yah… Aku salut dengan para master yang mengikuti wisuda selama tiga hari. Hebat…

Aku pastikan riasan dasarnya full coverage dan tahan lama. Artistry adalah andalanku. Untuk dekoratif, aku memilih riasan bold di area mata diseimbangkan dengan warna soft natural di lipstick dan blush on. Secara keseluruhan riasan ini terkesan flawless dan soft, seperti yang diinginkan nih kakak. Alis gak diutak-atik demi mempertahankan kesan alami.

Aku berharap acaranya sukses dan berjalan mulus…masih ada hari terakhir untuk wisuda S2. Semangat yah kak… I’ll give my best too.

Peralatan makeup belum dirapikan.Serbuk bedak yang bertaburan menggoda sunshine lagi. Baginya kosmetik ini mainan seru. Mungkin aku akan merapikannya setelah secangkir kopi dan beberapa episode Oshin? Let’s see…

Proyek tata rias: makeup wisuda flawless romantic 01

Wisudaan S2 di Universitas Indonesia diselenggarakan minggu ini, telepon pun berdering. Aku menerima tawaran merias untuk wisuda S2 selama tiga hari. WOW wisuda selama tiga hari apa gak capek yah? Pikirku, nih kakak pasti lelah banget mana musim panas lagi. Entah kenapa kok aku merindukan hujan yah… Mungkin nih kakak juga begitu. Tapi dia bilang, jangan dong… Kalo hujan bakalan repot banget karena balairung itu fentilasinya terbuka dan hanya mengandalkan AC portable. Aku gak bisa membayangkan bagaimana gerahnya suasana wisuda di sana. But I’ll give my best…

Wajah yang manis dan mulus sayang banget kalo ditemplokin alas bedak berlapis-lapis. Dia bilang, wajahnya bisa mulus gitu karena perawatan di klinik. Itu bagus kak… dan aku berharap kakak membersihkan wajah dari riasan ini minimal dua kali sebab nih alas bedak tahan lama. Kosmetik yang diperuntukkan full coverage dan long wearing memang susah dibersihkan, so aku harap kakak bersabar mengatasinya hahaha…

Ini persiapanku untuk merias wisuda. Aku pengguna setia Artistry terutama untuk riasan dasar. Untuk riasan dekoratif, aku menggunakan berbagai merek yang terbukti kualitasnya apalagi untuk kakak ini, wajahnya sensitif dan rentan jerawat. I gotta becareful…

Ini hasil riasannya.

Dia akan mengenakan jilbab warna merah muda, so lovely. Pulasan merah muda di bibir akan memberi kesan romantis dan feminin padanya. Dia ingin penampilan yang alami, gak bold. Aku juga berpikiran yang sama, aku banget gitu loh.

That’s my update. Kalo kamu suka riasan ini, tolong di-likes okay…aku tunggu komentar kamu di sini…itu bakal bermanfaat banget buat lara pembaca.

Awal mula terjun ke penata rias

Awal mula terjun ke dunia penata rias itu dimulai tahun 2015, ketika anakku yang ke dua berumur setahun. Aku pikir, ini adalah profesi yang memang sejalan dengan hobi aku yaitu menggambar. Lagian anak dah dua, jadi aku kudu cari kegiatan yang gak menyita waktu kebersamaan dengan keluarga. So aku pilih kursus tata rias di kampung aku… kampung aku tuh di kota Medan hehehehe…

Aku kursus di sana selama tiga bulan, khusus untuk pengantin. Waktu itu set kosmetik yang dianjurkan tetap PAC yah, aku pun melengkapi set kosmetik untuk rias pengantin secukupnya. Gak perlu lengkap kap kap, yang penting untuk dasar-dasar rias pengantin dah mumpuni kosmetiknya, seperti gambar di atas. Aku beli beautycase biar bawanya enak, eh gak taunya berat. Aku beli kuas di pasar tradisional, murah, eh gak tau canggih. Sampe sekarang aku masih pake set kuas itu, kayak keramat gitu bagi aku.

Dikit-dikit lama kelamaan jadi bukit, awalnya cuma punya set kosmetik PAC seadanya, sekarang dah punya sampai ke Artistry, MAC dan Urban decay. Namun kuas, tetep pake yang dulu, yang belinya di pasar tradisional. Canggih punya itu… ahahhaa…

Gak ada kata terlambat. Sampe tua renta juga kita masih perlu belajar. Dah ahli sekalipun masih perlu belajar. Gak ada kata berhenti kalo orang yang lapar ilmu. Cuma kita pilih ilmu yang bermanfaat buat dunia dan akhirat, kerjaan yang halal, makanan pun yang halal. insyaAllah hidup kita pun dilindungi Allah SWT.

Yah sama-sama belajar… sama-sama mengingatkan ya kan…