Jurnal Mei: Hari Raya Idul Fitri

Frenster,

Lebaran tahun ini mudah-mudahan diberi berkah dan kelimpahan rejeki bagi semua umat muslim.

Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi muslim, menyisihkan sebagian pendapatannya untuk dibagi kepada kaum papa, dhuafa. Ketentuannya ada di Al-quran. Ini adalah berkah dalam suatu negara.

Tiap tahun zakat wajib dibagikan dua kali yaitu pada saat Idul fitri dan Idul Adha. Dibagikan kepada kaum papa, dhuafa, mendapat bagian rejeki berupa uang atau sembako. Bahkan pada saat Idul Adha dibagikan daging kurban. Tidak hanya itu, ketika tiap anak muslim lahir maka dibagikan daging kurban pula kepada siapa saja. Itu berkah bagi suatu negara. Perekonomian merata karena uang-uang diputar ke bawah berkali-kali dalam setahun.

Tidak meminta balasan dari siapapun apalagi pemerintah, itu murni kewajibannya sebagai umat beragama. Di bulan ramadhan, rejeki terbagi merata mulai dari atas hingga bawah sebab uang-uang itu dibelanjakan untuk membeli takjil dan baju lebaran. Uang itu disebar merata oleh umat muslim. Itu murni karena kewajibannya sebagai umat beragama.

Aku yakin semua umat beragama, pemeluk agama, jika menjalankan kewajibannya sesuai ajaran kitab sucinya, negara pasti makmur.

Iya kan, frenster?

Selamat merayakan kemenangan Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga Indonesia berkah, adil dan makmur.